PENGARUH GAWAI / GADGET PADA ANAK USIA
DINI
RAHMA
DENI (232114084)
PENDAHULUAN
Di
era globalisasi saat ini di mana kita hidup, merupakan masa di mana Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) mengalami perkembangan yang sangat pesat, yang
paling jelas adalah perkembangan alat komunikasi. Berbagai macam jenis
teknologi dapat kita jumpai pada zaman yang modern ini. Salah satu contoh
teknologi yang sangat popular adalah ” Gawai
”. Dan jenisnya yang beraneka macam saat ini yang mudah untuk didapatkan.
Karena harganya yang bervariasi, murah
dan ada juga yang mahal. Sesuai dengan kebutuhan ekonomi penggunany. Pengguna
teknologi mulai dari anak - anak, remaja sampai dengan dewasa.
Gawai
memang memiliki dampak positif bagi pola pikir anak yaitu membantu anak dalam
mengatur kecepatan bermainnya, mengolah strategi dalam permainan, dan membantu
meningkatkan kemampuan otak kanan anak. Tetapi dibalik kelebihan tersebut juga
dapat berdampak buruk pula bagi daya kembang anak. Berbagai radiasi didalam
gadget yang dapat merusak jaringan syaraf dan otak anak bila anak sering menggunakan
gawai.
Selain
itu, juga dapat menurunkan daya aktif anak dan kemampuan anak untuk
berinteraksi dengan orang lain. Anak menjadi kurang interaktif dan lebih suka
sendiri dengan zona nyamannya bersama gawai. Sehingga menimbulkan sikap
individualis pada anak dan kurangnya sikap peduli terhadap sesama baik terhadap
orang tua teman, maupun orang lain.
Anak-anak
yang sedang berada dalam masa serba ingin tahu juga akan senang jika
dihadiahkan gawai oleh orang tuanya. Apalagi dengan perkembangan teknologi
informasi, anak-anak sekarang ini rasanya jauh lebih “ Sadar Teknologi ”
dibanding generasi - generasi di masa belakang. Saya perhatikan anak-anak
sekarang bisa dengan mudah mengakses aplikasi dalam gawai yang baru
didapatinya. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menguasai fitur - fitur gawai
tersebut.
Menteri
pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yohana yambise mengingatkan para
orang tua untuk mengontrol anak mereka yang sudah bermain gawai. Sebab dari
memegang gawai seperti hanphone (HP) maupun tablet, anak bisa dapatkan
tayanagan atau imformasi yang belum tersaring dangan baik. Jadi orang tua,
walaupun memberikan itu ( gawai ), harus mengontrol anak - anak pada saat menggunakannya.
Seperti memberikan jam-jam tertentu anak pegang HP, ada jam-jam tertentu anak bersama
orang tua, dan ada masa nya pula anak bisa bermain dengan teman sebaya nya.
Oleh
karena itu, perlunya pemahaman mengenai pengaruh gawai terutama bagi orang tua,
agar anaknya dapat dibatasi penggunaannya dan daya kembang anak dapat
berkembang dengan baik dan menjadi anak yang aktif, cerdas, dan interaktif
terhadap orang lain. Alasan pemilihan judul esai ini karena masih kurangnya pemahaman orang tua
mengenai dampak akibat penggunaan gawai bagi anak yang berakibat pada daya
kembang anak itu sendiri.
PEMBAHASAN
Gawai
/ Gadget
adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat
elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Dalam bahasa Indonesia, gawai disebut
sebagai “ Acang atau Alat Canggih “ Salah satu hal yang membedakan gawai dengan
perangkat elektronik lainnya adalah unsur “ Kebaruan “ Artinya, dari hari ke
hari gawai selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup
manusia menjadi lebih praktis. Gawai adalah piranti yang berkaitan dengan
perkembangan teknologi masa kini. Yang termasuk gawai misalnya tablet,
smartphone, notebook, dan sebagainya.
Pengaruh
penggunaan gawai terhadap perkembangan anak memiliki dampak positif dan dampak
negatif. Adapun dampak positifnya antara lain, menambah pengetahuan anak :
mengenal huruf dan angka, mempermudah anak dalam belajar seperti : megenal
warna, binatang, dan membangun kreatifitas anak. Sedangkan dampak negatifnya
antara lain, anak menjadi ketergantungan terhadap gawai, sehingga dalam
menjalankan segala aktivitas hidupnya anak tidak bisa terlepas dari gawai, anak
menjadi sulit berkonsentrasi pada dunia nyata, anak menjadi lebih suka bermain
dengan gawainya dari pada bermain dengan temannya, dan anak menjadi malas
bergerak dan beraktivitas.
Penggunaan
gawai yang berlebihan pada anak akan berdampak negatif karena dapat menurunkan
daya konsentrasi dan meningkatkan ketergantungan anak untuk dapat mengerjakan
berbagai hal yang semestinya dapat mereka lakukan sendiri. Dampak lainnya
adalah semakin terbukanya akses internet dalam gadget yang menampilkan segala
hal yang semestinya belum waktunya dilihat oleh anak-anak.
Banyak
anak yang mulai kecanduan gawai dan lupa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya
yang berdampak psikologis terutama krisis percaya diri, juga pada perkembangan
fisik anak. Radiasi gelombang elektromagnetik dari gadget memang tidak
terlihat, efeknya pun tidak terasa secara langsung. Untuk itu orang tua harus
secara bijak mengawasi dan melakukan seleksi terhadap instrument permainan yang
digunakan anak - anak saat bermain.
Kebiasaan
anak-anak dalam bermain gawai saat ini memang tidak bias dipungkiri, namun ada
baiknya tidak selalu bermain, atau paling tidak membatasi waktu bermain gawai,
karena alasan radiasi. Sebenarnya kegiatan bermain merupakan kegiatan utama
anak yang nampak mulai sejak bayi. Kegiatan ini penting bagi perkembangan
kognitif, sosial, dan kepribadian anak pada umumnya. Anak juga bisa mulai
memahami hubungan antara dirinya dan lingkungan sosialnya melalui kegiatan
bermain, belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tata cara pergaulan. Namun
sekarang anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain gawai dari pada
bermain dengan teman sebaya, yang bisa menimbulkan sifat individualis dan
egosentris, serta tidak memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
Sosok
yang paling berpengaruh dalam mencegah maupun mengatasi dampak negatif dari
gadget adalah orang tua. Maka orang tua memiliki peran besar dalam membimbing
dan mencegah agar teknologi gawai tidak berdampak negatif bagi anak. cara-cara
yang harus dilakukan oleh orang tua ialah sebagai berikut :
a.
Pilih
sesuai usia
Dilihat
dari tahapan perkembangan dan usia anak, pengenalan dan penggunaan gadget bisa
dibagi ke beberapa tahap usia. Untuk anak usia di bawah 5 tahun, Pemberian gawai
sebaiknya hanya seputar pengenalan warna, bentuk, dan suara. Artinya, jangan
terlalu banyak memberikan kesempatan bermain gawai pada anak di bawah 5 tahun.
Terlebih di usia ini, yang utama bukan gawai -nya, tapi fungsi orang tua.
Pasalnya
gawai hanya sebagai salah satu sarana untuk mengedukasi anak. Ditinjau dari
sisi neurofisiologis, otak anak berusia di bawah 5 tahun masih dalam tahap
perkembangan. Perkembangan otak anak akan lebih optimal jika anak diberi
rangsangan sensorik secara langsung. Misalnya, meraba benda, mendengar suara,
berinteraksi dengan orang, dan sebagainya. Jika anak usia di bawah 5 tahun menggunakan
gawai secara berkelanjutan, apalagi tidak didampingi orang tua, akibatnya anak
hanya fokus ke gawai dan kurang berinteraksi dengan dunia luar. Yang
berikutnya, otak bagian depan adalah bagian yang berfungsi memberi perintah dan
menggerakkan anggota tubuh lainnya.
Di
bagian otak belakang, ada yang namanya penggerak. Di bagian ini, terdapat
hormon endorfin yang mengatur pusat kesenangan dan kenyamanan. Pada saat
bermain gawai, anak akan merasakan kesenangan, sehingga memicu meningkatnya
hormon endorfin. kecanduan berhubungan dengan ini jika dilakukan dalam jangka
waktu lama dan kontinyu . Akibat depannya, anak akan mencari kesenangan dengan jalan
bermain gawai, karena memang sudah terpola sejak awal perkembangannya. Dari
aspek interaksi sosial, perkembangan anak-anak usia di bawah 5 tahun sebaiknya
memang lebih ke arah sensor-motorik. Yaitu, anak harus bebas bergerak, berlari,
meraih sesuatu, merasakan kasar-halus. Memang di gawai juga ada pengenalan
warna atau games di mana orang melompat.
b.
Batasi
waktu
Anak
usia di bawah 5 tahun, boleh-boleh saja diberi gawai. Tapi harus diperhatikan
durasi pemakaiannya. Misalnya, boleh bermain tapi hanya setengah jam dan hanya
pada saat senggang. Contohnya, kenalkan gawai seminggu sekali, misalnya hari
Sabtu atau Minggu. Lewat dari itu, ia harus tetap berinteraksi dengan orang
lain. Aplikasi yang boleh dibuka pun sebaiknya aplikasi yang lebih ke fitur
pengenalan warna, bentuk, dan suara.
Sejalan
pertambahan usia, ketika anak masuk usia pra remaja, orangtua bisa memberi
kebebasan yang lebih, karena anak usia ini juga perlu gadget untuk fungsi
jaringan sosial mereka. Di atas usia 5 tahun (mulai 6 tahun sampai usia 10
tahun) orang tua bisa memperbanyak waktu anak bergaul dengan gadget. Di usia
ini, anak sudah harus menggali informasi dari lingkungan. Jadi, kalau tadinya
cuma seminggu sekali selama setengah jam dengan supervisi dari orang tua, kini
setiap Sabtu dan Minggu selama dua jam.
c.
Hindarkan
kecanduan
Kasus
kecanduan atau penyalahgunaan gawai biasanya terjadi karena orang tua tidak
mengontrol penggunaannya saat anak masih kecil. Maka sampai remaja pun ia akan
melakukan cara pembelajaran yang sama. Akan susah mengubah karena kebiasaan ini
sudah terbentuk. Ini sebabnya, orang tua harus ketat menerapkan aturan ke anak,
tanpa harus bersikap otoriter. Dan jangan lupa, orang tua harus menerapkan “ reward
and punishment “.
Kalau
ini berhasil dijalankan, maka anak akan bisa melakukannya secara
bertanggungjawab dan terhindar dari kecanduan. Ciri - ciri anak yang sudah
kecanduan antara lain Anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain
dengan gawai. Anak mengabaikan / mengesampingkan kebutuhan lain hanya untuk
bermain gadget. Misalnya lupa makan, lupa mandi., lupa tidur. Anak juga mengabaikan
teguran - teguran dari orang sekitar.
d.
Beradaptasi
Dengan
zaman Salah satu dampak positif gawai adalah akan membantu perkembangan fungsi
adaptif seorang anak. Artinya kemampuan seseorang untuk bisa menyesuaikan diri
dengan keadaan lingkungan sekitar dan perkembangan zaman. Jika perkembangan
zaman sekarang muncul gawai, maka anak pun harus tahu cara menggunakannya.
Artinya fungsi adaptif anak berkembang. seorang anak harus tahu fungsi gawai
dan harus bisa menggunakannya karena salah satu fungsi adaptif manusia zaman
sekarang adalah harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Sebaliknya, anak
yang tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi bisa dikatakan fungsi
adaptifnya tidak berkembang secara normal.
Namun,
fungsi adaptif juga harus menyesuaikan dengan budaya dan tempat seseorang
tinggal. Kalau anak tinggal di sebuah desa dimana gawai adalah barang langka,
maka wajar kalau anak tidak tahu dan tidak kenal yang namanya gadget. Sikap
orangtua kepada anak mengenai gadget saat ini antara lain :
1.
Pilih
sesuai dengan usia anak
Jika
usia anak masih dibawah 2 tahun sebaiknya cukup pengenalan gawai terlebih
dahulu yaitu mengenai pengertian apa itu gadget selebihnya mengenai
penggunaannya sebaiknya dibatasi. Cukup mengenalkan mengenai bentuk dan
kegunaannya. Pada usia anak dibawah 5 tahun cukup mengenalkan mengenai warna,
bentuk, serta suara yang terdapat pada fitur atau aplikasi gawai tersebut.
2.
Selektif
dalam memilihkan aplikasi permainan di dalam gadget
Apabila
anak memaksa untuk menggunakan gawai untuk bermain, pastikan aplikasinya sesuai
dengan usia anak dan batasi aplikasinya, supaya anak tidak terlalu tertarik
dengan permainan yang ada. Pilih aplikasi yang juga dapat mendukung kecerdasan
anak, dan pola pikir anak.
3.
Temani
anak dalam bermain
Temani
anak dalam bermain menggunakan gawai, arahkan penggunaannya dengan baik.
Cobalah untuk mengajak anak bermain menggunakan media lain selain gawai, atau
ajak anak bermain dengan teman sebayanya, supaya anak tidak terfokus dengan
permainan gawainya. Orang tua juga harus menemani anaknya dalam penggunaan
gawai dan menggenalkan hubungannya dengan dunia nyata.
4.
Batasi
waktu bermain gadget anak
Batasi
penggunaan gawai pada anak. Anak boleh saja menggunakan gawai tetapi waktunya
dibatasi misalnya setengah jam, atau saat senggang atau saat hari sabtu atau
minggu. Waktu di saat anak santai dan tugas belajarnya telah selesai.
5.
Mengajak
anak melakukan kegiatan positif
Ajak
anak untuk melakukan kegiatan positif misalnya setiap pagi berolahraga,
membantu membersihkan rumah, membaca buku, merapikan kamar, mengaji, mengikuti
les bahasa inggris, berkunjung ke rumah nenek, berlibur dan masih banyak lagi
kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk mencegah anak supaya tidak kecanduan
bermain gawai.
Pembahasan
diatas hanyalah beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua supaya anaknya
tidak kecanduan penggunaan permainan gawai, tetapi semua tergantung pada orang tua
itu sendiri, masih banyak cara untuk mengatasinya. Orangtua yang baik pasti
dapat memahami apa yang terbaik untuk anaknya. Menemani waktu bermain anak,
membimbingnya, meluruskan yang salah, mengajaknya berkomunikasi serta bagaimana
berpikir dan berargumentasi dengan mengkaitkannya dengan dunia yang nyata.
Mendidik anaknya untuk lebih peduli dengan lingkungan di sekitarnya.
KESIMPULAN
Di
era yang saat ini anak – anak yang masih berusia dini sudah mengenal gawai,
yang mana ini berasal dari orang tua yang memberikan gawai kepada anaknya
bertujuan untuk seorang ibu untuk menyesaikan pekerjaan rumah dengan anaknya
yang diam saat bermain “ Gawai “.
Gawai adalah suatu alat elektronik yang memiliki berbagai layanan fitur dan aplikasi
yang menyajikan teknologi terbaru yang membantu hidup manusia menjadi lebih
praktis dan teknologi jelas mempengaruhi perkembangan anak.
Karena
sebuah perangkat teknologi merupakan media pembelajaran yang sangat efektif.
Dengan adanya tampilan gambar yang bisa berjalan, efek suara atau nyanyian
membuat media pembelajaran dengan memanfaatkan perangkat teknologi sangat
disukai oleh anak-anak. Dan karena kemajuan teknologi juga dapat membantu daya
kreatifitas anak, jika pemanfaatnya diimbangi dengan interaksi dengan
lingkungan sekitarnya kususnya orang tua.
Gawai
dapat mempengaruhi daya kembang otak anak dalam pertumbuhannya. Pengaruh penggunaan
gawai terhadap perkembangan anak memiliki dampak positif dan dampak negatif.
Gawai hanyalah sebagai sarana untuk anak dalam bermain dan mencari informasi,
tetapi orang tualah yang menjadi pembimbing dan pengarah yang dapat meluruskan
anaknya supaya tidak kecanduan gawai. Peran orang tua sangat penting dan
berpengaruh kepada anaknya untuk mengatasi penggunaan gawai saat ini.
IG : rahmadeni3781

Keren banget lohh🩶
ReplyDeleteNice👍
ReplyDeletenice 👍
ReplyDeleteInformasi nya sangat bermanfaat
ReplyDeletebermanfaat sekali
ReplyDeleteWahh blog ini sangatt mendidik, terima kasihh🙏🏻🙏🏻
ReplyDeletenice👍
ReplyDeletekerenn, artikel nya sangat bermanfaat :)
ReplyDeleteNice kak👍
ReplyDeleteSangat menambah pengetahuan tentang pengaruh gedget untuk anak"👌
ReplyDeletekeren bgt kakk
ReplyDeletetulisan yang menarik, terima kasih sudah berbagi..
ReplyDeleteKeren sangat bermanfaat ilmunya 🙂
ReplyDeleteKeren banget lo👍
ReplyDeleteBagus sekali😉
ReplyDeletenice banget kak
ReplyDeleteSangat bermanfaat 🥰
ReplyDeleteمَاشَاءَ اللهُ تَبَارَكَ اللهُ
ReplyDeleteMntap kak
ReplyDeletealhamdulillah tulisannya sangat menambah wawasan terimakasi kak ><
ReplyDeletebermanfaat sekali untuk pembacaa
ReplyDeletekece banget kak
ReplyDeleteAjibb kak, sangat bermanfaat 🔥
ReplyDeletekerennn kali emang adek kakak satu iniiiii
ReplyDeleteayooo nonton wkwk
ReplyDelete